Sabtu, 23 Mei 2020

Harta kekayaan hanya titipan, bukan segalanya

Assalamualaikum sahabat islam..
Janganlah kamu menyombongkan harta, karena semua hanyalah titipan.

Menggagas Fiqih Sosial mengatakan, ajaran Islam menempatkan harta benda dalam jajaran lima kemaslahatan dasar. Sebab, harta merupakan salah satu kepentingan yang mendasar dalam kehidupan manusia.

Islam juga menempatkan harta benda sebagai ujian bagi manusia. Ini seperti ditegaskan surah Al-Taghaabun ayat 15, yang artinya, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu) ...."

Di satu sisi, hak kepemilikan seseorang atas harta benda tetap dihormati dan dilindungi. Akan tetapi, di sisi lain harta benda itu pada hakikatnya merupakan titipan dari Allah SWT. Sebab, Dialah Yang Mahamemiliki. Maka dari itu, seorang insan harus memanfaatkan harta bendanya sebagaimana diperintahkan Allah SWT.

Ketika Nabi Muhammad saw tengah menderita sakit dan menjelang ajalnya, beliau hanya memiliki uang tujuh dinar. Khawatir kalau sampai meninggal dunia uang tersebut masih berada di tangannya, Nabi SAW pun menyuruh menyedekahkan seluruh uang itu kepada fakir miskin. ''Bagaimana nantinya jawab Muhammad kepada Tuhannya, sekiranya ia menghadap Allah sedangkan uang itu masih ada di tangannya,'' kata beliau.

Demikianlah, Rasulullah saw pergi meninggalkan dunia fana ini menghadap Allah SWT tanpa meninggalkan uang sepeser pun. Nabi SAW tidak meninggalkan sesuatu harta benda kepada siapa pun, termasuk kepada keluarganya. Sekalipun demikian, Nabi secara cemerlang telah meninggalkan suri teladan dan contoh kehidupan yang indah.

"Sesungguhnya pada diri Rasululllah itu suri teladan yang baik bagimu" (QS Al-Ahzab: 121).

Ya, beliau hidupnya sangat bersahaja dan tidak terlalu merisaukan harta benda. Aisyah pernah berkata, ''Kiranya tuan makan hanya sekadarnya kenyang saja.'' Menjawab istrinya ini Nabi berkata, ''Wahai Aisyah! Buat apa dunia ini bagiku. Para rekanku, rasul-rasul ulul azmi telah bertahan atas hal-hal yang lebih berat dari yang aku rasakan. Aku malu, kalau sampai aku menghadap Tuhanku akan tak mencapai martabat seperti mereka."

Sebagai pemimpin, beliau ingin memberikan contoh kepada para pemimpin lainnya agar selalu mendahulukan kepentingan rakyat katimbang diri dan keluarganya. Karenanya, Nabi pernah menolak permohonan putri tercintanya, Fatimah, yang menginginkan seorang pembantu di kediamannya yang berasal dari tawanan perang. Nabi menganggap masih ada orang lain yang lebih membutuhkannya.

Sekolahku dipelosok Indonesia

Indonesia memang sudah merdeka sejak tahun 1945 lalu. Namun dampak dari kemerdekaan itu sendiri belum dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat indonesia.

Masih banyak fasilitas dan sarana prasarana yang belum memadai belum dirasakan sepenuhnya oleh anak–anak di daerah terpencil, terutama di bidang pendidikan di Indonesia.

Perjuangan siswa Indonesia sebelum belajar untuk berangkat ke Sekolah masih dialami oleh beberapa wilayah di Indonesia. Padahal investasi terbaik untuk Negara adalah investasi di bidang pendidikan.

Pendidikan yang berkualitas hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas dan mereka yang berada di kota-kota besar.

Sedangkan saudara kita yang berada di pelosok negeri ini yang punya hak sama dengan anak-anak di kota besar untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas harus susah payah dengan melalui perjuangan siswa untuk bisa bersekolah.

Tidak adanya sekolah dan tenaga pengajar membuat mereka harus bekerja lebih keras bahkan ada yang mengorbankan nyawanya untuk bisa sekedar bersekolah.

Mereka harus jalan kaki sejauh 3-4 KM, menyebrangi sungai yang deras,dan melewati rintangan yang ekstrem. Namun semua itu tidak mengurangi semangat mereka untuk menuntut ilmu.

Semangatnya perlu kita contoh, karena rintangan apa yang ada didepan adalah bentuk perjuangan dalam diriku untuk bisa mencari ilmu dan bisa bermanfaat bagi banyak orang. 

Maulidina wahyu kurniazaroh:)
Terimakasih

Kamis, 21 Mei 2020

Semangat sang pemulung kecil

Hai teman-teman 
Nama aku muhammad anom kurniawan
Umurku 10 tahun
Aku seorang pemulung kecil 
Aku mempunyai seorang kakak(asri) yang mempunyai keterbatasan fisik dan adik(anwar)

Kehidupankuu..
Ayah ibuku telah meninggal sejak 2 tahun lalu, kakakku mempunyai cacat fisik sejak dia masih didalam kandungan. Dan aku seorang yang mempunyai kelengkapan fisik, aku harus mampu menghidupi keluargaku. Walaupun aku masih kecil namun aku telah menjadi tulang punggung keluargaku. 
Setiap hariku kujalani dengan menjadi pemulung jalanan yang mengais rezeki dengan mencari barang bekas yang sudah terbuang, dan bisa kujual kembali. Panasnya terik matahari tak menurunkan niatku untuk tetap berjalan mencari uang untuk sesuap makan dan minum. 
Setelah aku merasa barang pemulungan hari ini sudah cukup aku pun menjual kepada penadah sampah seperti biasanya. Dan alhamdulillah hari inipun aku mendapatkan uang 40.000. Aku bahagia sekali, akupun berniat untuk membelikan kakak dan adikku ayam goreng. Sekian lama aku tak pernah makan ayam goreng.  
Sampailah aku dirumah kecilku yang mungkin orang lain bilang ini sangat-sangat tidak layak untuk kami bertiga tempati. Anom pun langsung kebelakang untuk mengambilkan piring dan sendok. Dan mereka pun memakan makanan tersebut dengan perasaan senang. Setelah makan mereka pun tidur untuk mengistirahatkan diri. 

Keesokan harinya..
Datanglah seseorang dengan maksud kedatangan kerumah untuk memberikan sedikit bantuan kepada kami. Namin kami menolaknya. Banyak orang yang datang kerumah untuk memberkan bantuan, namun tidak sedikitpun kami mau menerima. Karena orang tuaku tidak pernah mengajarkanku untuk dibelas kasihani orang lain,  lebih baik tangan diatas dari pada tangan dibawah. 


Mungkinlah hanya sedikit kisah untuk kita bisa lebih bersyukur dalam keadaan apapun tanpa belas kasihan orang lain. 
Maulidina wahyu kurniazaroh:)

Jangan lupa selalu kunjungi blog saya.
Koment, saran ataupun kritik bisa ditulis dikolom komentar. Tunggu kelanjutkan blog terbaru saya ya. 
Terimakasih:)

Rabu, 20 Mei 2020

Hidupku tak seperti hidupmu

Anak mana yang tidak pernah membayangkan memiliki orang tua kaya,memiliki harta melimpah, mobil mewah dan apapun yang kita minta pasti akan di berikan oleh orang tua kita?

Aku yakin kebanyakan dari kita pernah membayangkan hal yang demikian. Aku sendiri pun pernah membayangkan seperti itu. Memiliki orang tua yang kaya, harta melimpah, mobil mewah dan apapun yang aku minta akan di berikan oleh orang tuaku. Aku berfikiran pasti bahagia memiliki keluarga seperti itu. Akan tetapi aku salah, karena kebahagiaan tidak selalu dengan harta tetapi dengan kebersamaan pun aku bisa merasakan kebahagiaan.

Di saat melihat perjuangan serta kerja keras dari ayah dan ibu untuk membahagiakanku dan adekku,yang akhirnya membuatku berhenti untuk menghayalkan hal-hal yang sulit untuk menjadi kenyataan seperti itu. Karena kenyataannya adalah aku terlahir dari keluarga yang sederhana.

Orang tuaku juga tidak kaya, tidak memiliki harta yang melimpah dan tidak memiliki mobil mewah. Apapun yang aku minta pun tidak pernah orang tuaku berikan. Tapi aku sadar, itu semua bukan karena orang tuaku tidak menyayangiku, akan tetapi mereka memang tidak memiliki banyak uang untuk memberikan apa yang ku minta.

Walaupun hidup penuh dengan kesederhanaan, nyatanya aku, ayah, ibu dan adek masih bisa menciptakan kebahagiaan di keluarga dengan kebersamaan.Sekarang aku sadar ternyata kebahagiaan memang tidak selalu dengan harta atau mobil mewah, akan tetapi dengan kebersamaan pun aku masih bisa merasa bahagia. Karena tidak ada yang lebih indah di bandingkan dengan berkumpul bersama keluarga tercinta, baik suka maupun duka.

Sebagai contoh yang pertama,makan bersama dengan keluarga meski hanya lauk seadanya, tapi berasa makan di restoran bintang lima. Ya itu semua hanya bisa aku rasakan di rumah. Di rumah yang sederhana.

Contoh yang kedua, berkumpul, bercanda dan tertawa bersama ayah,ibu dan adek setelah seharian bekerja,membuat rasa lelah dan letih tidak terasa. Ya itu semua karena kebersamaan antara aku,adek, ibu dan ayah. Jadi aku bersyukur karena telah terlahir di dunia dengan kelurga yang sederhana tapi bisa memberikanku kebahagiaan yang sempurna.

Aku baru mengerti, hidup dalam kesederhanaan ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan.

Ternyata dari keluarga yang sederhana inilah aku mendapatkan kasih sayang yang begitu luar biasa dari orang tuaku.

Ayah, ibu maafkan anakmu yang dulu pernah membayangkan hal-hal yang mungkin akan menyakiti hati kalian. Maafkan anakmu yang khilaf ini ayah, ibu.

Kini aku sudah menyadari semua, ternyata kalian berdua lah orang tua idaman para anak di seluruh dunia. Orang tua yang rela melakukan apa saja demi kebahagiaan anak-anaknya. Orang tua yang mengajari kesabaran dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan. Terima kasih ayah ,ibu atas kasih sayang telah kalian berikan.

Karena inti dari kebahagiaan adalah kebersamaan. Bersama dalam suka maupun duka. Jadi aku akan selalu bersyukur, meski terlahir di keluarga yang sederhana.

Karena,nyatanya aku bahagia bahkan sangat bahagia meski aku terlahir di keluarga yang sederhana. Karena dari sinilah aku bisa mengerti arti dari kebahagiaan yang sesungguhnya. Itu semua karena kebersamaan yang tercipta antara aku, kakak, ayah dan ibu.Terima kasih ku ucapkan kepada kalian ayah,ibu dan juga kakak. Aku sayang kalian semua, keluargaku tercinta.

Karena kenyataan memang tak selalu seindah yang di bayangkan.

Cerita ku buat agar banyak anak diluar sana yang bisa menerima semua kekurangan dengan mensyukurinya, semangat hidupmu jauh lebih indah dengan keluarga pada harta.
Maulidina wahyu kurniazaroh:)